Selasa, 01 September 2009

Fungsi Kekerabatan Batak Toba


Fungsi kekerabatan maksudnya dalam tulisan ini adalah pelaksanaan hak dan kewajiban kekerabatan dalam kegiatannya berdasarkan pandangan Dalihan Na Tolu. Dalihan Na Tolu dalam hak dan kewajiban yang paling mendasar terletak pada Suhi ni Ampang Na Opat yaitu dimulai dan tumbuh dari Keluarga Dasar, Saripe.
Keluarga Dasar Saripe ini adalah tiang tonggak dan pusat kegiatan Suhut yaitu Opat Pat Ni Pansa dan terdiri dari :
a. Pamarai, yaitu saudara kandung laki – laki dari Suhut, seayah – seibu atau saudara seayah lain ibu
b. Tulang, yaitu saudara kandung laki – laki dari steri Suhut, seayah seibu atau seayah lain ibu
c. Simolohon atau Simandokhon yaitu laki – laki dari Suhut dan saudara laki – laki dari perempuan putrid Suhut
d. Pariban, yaitu anak perempuan dari Suhut dan saudara perempuan dari perempuan putrid Suhut.
Fungsi dari Suhi Ni Ampang Na Opat ini adalah pendukung utama dari kegiatan atau pekerjaan suhut. Apa saja pekerjaan suhu keempat personal kekerabatan inilah yang turut bertanggung jawab dengan suhut.
Tidak ada satu kegiatan suhut tanpa soko guru dari Suhi Ni Ampang Na Opat ini. Sebagai misal yaitu kegiatan suhut mengawinkan anaknya, baik laki – laki atau perempuan. Kita ambil contoh mengawinkan anak perempuan dan pelaksanaan horja atau pesta persmian perkawinan.
Pamarai atau abara artinya pundak. Dengan pengertian pundak, jelas bagi kita bahwa pamarai itulah pemundak pekerjaan. Dengan demikian pamarai mempunyai fungsi pada kekerabatan itu turut bertanggung jawab dengan suhut sesuai dengan hak dan kewajiban adalah seimbang, dos do nangkokna dohot tuatna.
Tulang berfungsi sesuai dengan hak dan kewajiban yang terdapat pada Dalihan Na Tolu. Dangka dupang amak rere, ama do tulang anak ibebere, maksudnya bahwa tulang itu dapat berfungsi sebagai ayah dan kemenakan ini dapat berfungsi sebagai anak sehingga dalam hak dan kewajiban adalah sama dengan suhut bertanggung jawab bersama suhut demi keberhasilan kegiatan horja tadi.
Simolohon atau simandokhon berfungsi sesuai dengan hak dan kewajiban dalam Dalihan Na Tolu. Hak dan kewajiban simolohon itu sama dengan hak dan kewajiban ayahnya. Pendapatnya mengikat, baik untuk mengyakan ataupun untuk menyatakan. Kadang – kadang apabila ayah – ibunya tidak mampu untuk melaksanakan kegiatan itu maka kepadanya diminta pendapat apakah mampu untuk melaksanakannya. Jika dikatakan ya, maka jadilah kegiatan itu dan jika dia membuat surat pernyataan, ucapannya itu mengikat sesuai dengan hak dan kewajiban ayahnya. Hak dan kewajibannya turut untuk menentukan kegiatan itu apakah dapat dilaksanakan.
Pariban berfungsi sesuai dengan hak dan kewajiban dalam Dalihan Na Tolu. Bagaimana kewajiban boru dalam Dalihan Na Tolu demikianlah pariban itu turut melaksanakan dan memundak beban demi terlaksananya kegiatan horja.
Fungsi pariban dalam kedudukan sebagai boru adalah soko guru kegiatan suhut.
Sudah dikatakan dimuka tulisan ini, bahwa pada borulah kekuatan suhut demi lancarnya kegiatan horja. Suhut dan Suhi Ni Ampangn Na Opat disebut Hasuhuton yang mempunnyai hak dan kewajiban yang sama dalam Dalihan Na Tolu. Justru inilah yang menjadi dasar bahwa Suhi Ni Ampang Na Opat bukan manumpahi dalam arti turut mendukung kegiatan suhut, tetapi menjadi pendukung utama atau soko guru kegiatan suhut tersebut.
Hasuhuton dalam hal ini Suhut dan Suhi Ni Ampang Na Opat adalah siparguru sama – sama memundak beban dari Suhut. Jika kewajibannya turut menanggung beban maka haknyapun sesuai dengan beban tersebut.
Soko guru dari Dalihan Na Tolu keluarga Dasar adalah Suhi Ni Ampang Na Opat, dan menjadi titik tumbuh pengemban hak dan kewajiban dalam kekerabatan. Hak dan kewajiban kekerabatan Batak Toba dengan dasar Suhi Ni Ampang Na Opat dapat berkembang secara vertikal dan horizontal dari sudut pandangan Dalihan Na Tolu.
Marilah diikuti terus fungsi kekerabatan vertikal keatas dari hasuhuton mardongan sabutuha atau mardongan tubu. Untuk lebih jelasnya, bahwa ayah dari suhut disebut ama dan ayah dari ama disebut ompung. Ayah dari ompung disebut ama mangulahi dan ayah dari ama mangulahi disebut ompung mangulahi. Inilah istilah kekerabatan vertikal keatas brdasarkan patrinial namardongan tubu.
Dalam fungsi kekerabatan sesuai dengan hak dan kewajiban pada kekerabatan Batak Toba vertikal keatas yaitu : saudara laki – laki saama satu ayah disebut paramai. Hak dan kewajibannya sudah diterangkan dimuka. Saudara laki – laki dari suhut tururan dari saudara laki – laki ayah atau saudara laki – laki ama disebut paidua ni suhut. Paidua ni suhut berfungsi menjadi orang kedua dari suhut. Hak dan kewajiban adalah mewakili hak dan kewajiban suhut keluar dan kedalam.dialah menjadi penanggung jawab kedua, dan haknyapun sesuai dengan fungsinya itu. Segala rencana dan program kerja hasuhuton harus diberitahukan kepadanya dan pada setiap pembicaraanpun, harus diikut sertakan. Hak dan tanggung jawabnya besar. Lancarnya sesuatu kegiatan horja atau apa sekalipun kejadian pada suhut adalah menjadi tanggung jawabnya.
Apabila sesuatu pekerjaan tidak lancar, akan menjadi gambaran bahwa kekerabatan meraka tidak kompak. Sebab itu paidua ni suhut tetap hati – hati dan cermat mengikuti dan melaksanakan kegiatan horja itu.
Saudara laki – laki dari suhut turunnan saudara laki – laki dari ompung disebut panombol berfungsi untuk membuka dan memulai pembicaraan adat dari hasuhuton.
Dalam hal penyediaan hewan untuk upacara adat, panombol inilah yang mula pertama menyembelih hewan tersebut. Dalam hal permulaan membuka pembicaraan acara adat panambol ini disebut Raja Parsinabung dan lawan bicaranya dipihak lain kedudukannya serupa dengan panamboli disebut Raja Parsaut. Tidak ada pembicaraan yang dapat dimulai apabila belum dibuka dan dimulai Panamboli Raja Parsinabung itu.
Saudara laki – laki dari suhut yaitu dongan tubu dari suhut turunan dari saudara laki – laki ama mangulahi disebut pamultak berfungsi untuk membantu lancarnya kegiatan horja agar terlaksana dengan baik.
Dinamai pamultak, karena dia sendirilah yang membuka, membagi – bagi hewan acara adat yang disembelih tadi sesuai dengan fungsi – fungsi anatomi pada kekerabatan yang disebut jambar. Pamultaklah yang bertanggung jawab sesuai dengan fungsinya untuk memberikan petunjuk agar acara adat itu dapat berjalan dengan lancar.
Pamultaklah memberi petunjuk kepada boru atau dongan sabutuha agar parjambaran dan hewan acara adat dipotong – potong sesuai dengan kedudukan pada kekerabatan. Lancar tidaknya sesuatu kegiatan horja berkat peran dari pamultak pada kekerabatan, termasuk mempersiapkan segala hidangan horja. Salah membagi jambar adalah menjadi tanggunng jawab pamultak, karena ialah yang membuka dan membagi – bagi bagian hewan acara adat. Kesalahan pamultak memberikan petunjuk kepada boru memotong – motong bagian hewan acara adat adalah menjadi tanggunng jawab pamultak.
Dongan sabutuha dari suhut turunan dari saudara laki – laki ompung mangulahi dinamai Panasap atau pamultak berfungsi dalam hak dan kewajiban terhadap suhut akan pelaksanaan apakah tambak dalam hal ini kuburan dari suhut dapat dilaksanakan. Panambakanlah yang bertanggung jawab terlaksananya kegiatan horja suhut yang berkaitan dengan penguburan. Dialah yang menghadapi dan menata atau mengatur acara penambakan dari suhut. Dan dialah untuk menghadapi segala sesuatu yang berkaitan dengan penambakan itu, termasuk hubungan dengan buis. Dongan sabutuha dari suhut, turunan laki – laki diatas ompung mangulahi dan selanjutnya vertikal keatas disebut Tanduk Harajaon. Tanduk Harajaon itu adalah saudara – saudara laki – laki atau dongan sabutuha atau dalam hal kekerabatan sekarang ini disebut saompu parsadaan, samarga, berfungsi turut membantu sesuai dengan hak dan kewajibannya dalam Dalihan Na Tolu untuk memberikan nasehat memberikan pembinaan kepada semua dongan tubu yang turut terlibat pada acara ahorj adat. Mereka mempunnyai hak dan kewajiban yang sama dan berhak, berkewajiban berbicara pada siding kerabat itu demi lancarnya kegiatan horja.
Pada umunya mereka berbicara secara aklamasi setelah mendengar pembicaraan – pembicaraan dari siding hasuhuton dan dengan yang berkaitan dengan itu. Aklamasi dan nasehat mereka mengandung hikmat didalam kekerabatan itu. Apabila telah dibicarakan fungsi dari kekerabatan vertikal ke atas dari Dongan Tubu maka untuk melengkapi fungsi kekerabatan itu berdasarkan Dalihan Na Tolu perlu diketahui hubungan kekerabatan secara horizontal kesamping dan vertikal ke atas fungsi kekerabatan dari pihak hula – hula.
Hula – hula langsung dari suhut adalah pihak ayah ibu dari isteri suhut dan anaknya laki – laki disebut tulang suhut dari yang diacara adatkan. Sudah ditulis dimuka tulisan ini bahwa tulang itu termasuk Suhi ni Ampang Na Opat berfungsi sebagai hasuhuton. Keluarga turunan dari Hula – hula ama yaitu saudara laki – laki dari ibu suhut disebut tulang berfungsi memberkati dan mengayomi borunya suhut sendiri dan berkewajiban memberi nasehat serta membina hasuhuton.
Fungsinya lebih nampak pada kaitan spiritual pasu – pasu dan berfungsi ritual. Maka dengan demikian dirasakan suhut mengandung hikmat dan didalam kebijaksanaannya cukup mengikat untuk mengambil keputusan jika ada saling sengketa diantara hasuhuton apabila tidak dapat diselesaikan oleh namarsabutuha maka keputusan dari tulang itu adalah mutlak karena dirasa mengandung sifat ritual spiritual. Jarangnlah seseorang atau keluarga menampik kebijaksanaan tulangnya, kalaupun ada demikian sudah dirasakan suatu kemunapikan dan dapat dipastikan merupakan pergeseran nilai dari Budaya Batak Toba. Tulang tidak banyak bicara dengan maksud lebih banyak mendengar pembicaraan suhut dan yang lain – lain. Bahwa dengan demikian kebijakan yang diambil benar – benar kebijaksanaan.
Keluarga turunan dari Hula – hula ompung yaitu saudara laki – laki dari ompung boru suhut disebut bona tulang berfungsi memberkati dan mengayomi suhut. Dalam kaitan hak dan kewajiban pada kekerabatan itu diwarnai hikmat spiritual. Mereka disembah agar hati mereka tulus dan senang pada acara horja. Agar hubungan baik itu semakin erat ada – ada saja usaha suhut mengawinkan anaknya laki – laki pada putri bona tulanng yang disebut mangulahi. Apabila sampai perkawinan seperti itu terjadi maka bona seperti itu disebut anak ni hambing.
Keluarga turunan hula – hula ama mangulahi disebut bona ni ari dari sudut berfungsi seperti bona tulang, dan semakin tajam. Kewajiban mereka lebih banyak bermakna restu atau pasu – pasu terhadap suhut.
Hak mereka semakin mutlak. Sebab itu ada – ada saja tuntutan mereka sesuai dengan haknya kepada suhut.
Agar tuntutan mutlak itu dapat diperlunak, maka oleh kedua belah pihak mengusahakan perkawinan mangulahi antara putra suhut dengan putrid bona ni ari. Hal ini dilakukan dengan alasan bahwa hubungan kekerabatan terkait sudah mengarah simbol. Bona ni ari artinya merupakan matahri terbit dari suhut. Agar matahari terbit itu tetap bersinar maka diadakan perkawinan mangulahi. Jika hal itu tidak dapat dilaksanakan maka kaitan kekerabatan sampai parjambaran hanya sebatas bona ni ari.
Nanti akan diulas dalam bab warisan.
Keluarga turunan dari hula – hula ompung mangulahi disebut juga bona ni ari sampai vertikal ke atas. Hanya bona ni arilah istilah terakhir pada hula – hula dan berfungsi untuk memberi berkat dan mengayomi.
Satu hal yang perlu dicatat bahwa fungsi kekerabatan tentang hak dan kewajiban kekerabatan bergantung pada pusat kegiatan siapa yang menjadi fokus adat atau yang diadatkan. Jika ama mangulahi yang diacara adatkan maka fungsi kekerabatan akan meningkat atau naik dari ama mangulahi ke atas.
Perlu dijelaskan pula bahwa hula – hula dari hula – hula suhut disebut tulang rorobot atau tulang mangihut, berfungsi turut merestui suhut.
Putri dari tulang rorobot ini tidak boleh dikawini putra dari suhut. Disebut boru ni tulang na so boi olion, yang artinya putri tulang yang tidak boleh dikawini karena kedudukan putri tulang rorobot adalah merupakan besan atau bao dari putra suhut yang dalam hubungan sehari – hari harus sengkan dan berpantang.satu hal dalam kekerabatan ini adalah bahwa orang semarga dari tulang, bona tulang dan bona ni ari disebut tulang dan dengan panggilan tulang berfungsi seperti yang kita sebutkan tadi. Oleh sebab itu dimana seseorang Batak Toba berada selalu memberitahukan demikian karena apabila tulang, bona tulang dan bona ni ari tidak ada dapat diwakili marga – marga tersebut membuat acara adat tersebut dapat berjalan dengan baik. Melengkapi fungsi kekerabatan ini dalam kaitan hubungan horizontal – vertikal yaitu peranan boru dari Dalihan Na Tolu.
Boru yaitu saudara perempuan dari suhut disebut boru suhut berfungsi kekuatan utama dari suhut. Lancar tidaknya sesuatu kegiatan berkat dari boru suhut tersebut. Masalah yang timbul pada suhut jalan penyelesaiannya banyak bergantung pada boru suhut. Boru suhutlah tempat penyampaian kata hati dari suhut. Kedudukannya serupa dengan pamarai. Segala keluh kesah dan kegembiraan adalah menjadi hak dan kewajiban antara suhut - boru suhut – pamarai dan tulang. Inilah sebenarnya tulang punggung fungsi kekerabatan Batak Toba. Boru turunan saudara perempuan dari ama disebut boru tubu berfungsi turut membantu menjadi kekuatan dari suhut. Bagaimana suhut terhadap tulangnya demikianlah boru tubu kepada suhut. Masalah keluarga masih menjadi masalah bagi boru tubu. Tanggung jawabnya masih besar.
Boru turunan saudara perempuan dari ompung disebut boru natua – tua berfungsi menjadi kekuatan juga bagi suhut. Bagaiman sikap suhut terhadap bona tulang demikian pulalah sikap dan fungsi boru natua – tua terhadap suhut. Boru turunan saudara perempuan dari ama mangulahi disebut boru sihabolonan berfungsi merupakan kekuatan utama pula bagi suhut. Boru sihabolonan ini akan selalu mengambil hati suhut dengan pengharapan hubungan kekerabatan mereka berlanjut dengan mengadakan perkawinan mangulahi antara putra boru sihabolonan dengan putri suhut.
Bagaimana sikap suhut terhadap bona ni arinya demikian pulalah sikap boru sihabolonan dengan suhut.
Boru turunan saudara perempuan dari ompung mangulahi disebut juga boru sihabolonan, tetapi didalam kaitan kekerabatan tidak disebut – sebut lagi karena boru sihabolonan istilah terakhir bagi boru.
Semua marga tadi dari boru Sihabolonan sampai dengan boru suhut tetap diberitahukan oleh semua dimanapun dia berada. Apabila ada kegiatan acara adat maka marga – marga boru itu menjadi kekuatan utama bagi suhut membuat acara adat itu berjalan lancar.
Boru dari boru disebut pisang raut dengan ketentuan bahwa putra dari pisang raut tidak boleh mengawini putri suhut sebagaimana putra suhut tidak boleh mengawini putri tulang rorbot. Pisang raut terhadap suhut dapat pula disebut tulang mangihut. Ada lagi istilah dan funngsi kekerabatan anatara boru ini yaitu boru diappuan, boru torop dan boru nagojong. Boru diampuan adalah marga boru yang tinggal dikampung suhut dan berfungsi turut menjadi kekuatan suhut. Boru torop adalah semua marga boru semarga dengan suhut yang berada pada acara adat tersebut dan juga turut membantu mengkemasi kegiatan pesta acara adat.
Boru nagojong adalah boru yang sudah berperan besar di dalam kegiatan hula – hulanya sehingga ia diberi hak untuk mendirikan huta dikampung hula – hula atau dikampung suhut. Jasa boru ini sudah cukup besar didalam acara adat hula – hulanya sehingga antara hak dan kewajiban boru nagojong sudah hampir sama dengan suhut. Fungsinya sudah hampir sama, hanya kelihatan pada sikap sopan santun dan moral kekerabatan berdasarkan Dalihan Na Tolu.
Pada umumnya boru nagojong ini sudah menjadi anak ni hambing dari hula – hulanya karena sudah terjadi perkawinan berulang – ulang antara putra boru nagojong dengan putri dongan tubu dari suhut. Merekalah yang dikatakan marga suhut boru, artinya bahwa hak mereka sudah hampir sama dengan suhut.
Ada pula fungsi kekerabatan berdasarkan sistem masyarakat. Jika fungsi kekerabatan tadi dikaitkan dengan garis turunan maka fungsi kekerabatan berdasarkan sistem kemasyarakatan Batak Toba itu adalah dalam kaitan hubungan dengan huta yaitu raja – raja adat, raja – raja horja, raja – raja bius. Dalam hal ini dapat dilihat pada tonggo raja dimana huta sering disamakan dengan panambolan sejajar dengan raja parsinabung atau raja parsaut. Jonok partubu jumonokan parhundul artinya, kuat kekerabatan karena turunan lebih kuat kekerabatan karena sekampung atau sahuta.
Kembali kepada kekuatan fungsi kekerabatan tadi. Bahwa harus dilihat apa dan mana menjadi fokus kegiatan. Jika fokus itu atau kegiatan itu dimana suhutnya, ripe – jabu – huta – lumban – bius maka dapat ditentukan fungsi kekerabatan dari focus kegioatan ini. Disinilah fungsi adat – fungsi bius – fungsi partuho mangajana atau fungsi sohe dan lain – lain yang masi perlu diteliti bagaimana struktur dari sistem pemerintahan cara adat Batak Toba.
Pada bab – bab berikut hal ini, akan diulas untuk salng membantu dalam kaitan kebudayaan Batak terutama Batak Toba.
Jika dibandingkan fungsi kekerabatan Batak Toba itu dengan organisasi modern adalah untuk menggambarkan hak dan kewajiban kerabat pada setiap kegiatan.
Suhut adalah pusat atau pokus kegiatan atau horja, Suhi ni ampang na omput menjadi soko guru. Suhut dan Suhi ni Ampang Na Opat disebut hasuhuton atau suhut sihabolonan. Paidua ni Suhut adalah menjadi koordinator kegiatan. Paidua ni Suhutlah yang mengkordiner semua pekerjaan horja.

Panombol atau Parsinabung adalah menjadi juru bicara, pengatur acara dan pembawa acara dan yang berkaitan dengan itu. Pamutlak adalah yang menanggung jawabi semua kebutuhan horja baik panjambaran maupun indahan masak dan yang berkaitan dengan itu.
Panasap atau panambak adalah yang menanggung jawabi hubungan pekerjaan dengan bius agar turut berkegiatan dengan horja. Panambaklah yang menjadi penghubung kesegala fungsi dan penjuru. Tanduk harajoan adalah yang turut bertanggung jawab memberikan saran atau nasehat.
Dapat dikatakan bahwa fungsi kekerabatan Batak Toba adalah merupakan panitia tetap atau komite pada organisasi modern.
Tonggo raja adalah sesuai dengan rapat panitia pembagian tugas.
Bedanya terletak pada apabila di panitia ada pembagian tugas maka pada tonggo raja sudah mengetahui tugas masing – masing sesuai dengan partubu. Yang dibicarakan pada tonggo raja adalah apa yang bagaimana pekerjaan horja yang direncanakan hasuhuton.

Gabung Dong....

My Pagerank

Powered by  MyPagerank.Net
Yahoo bot last visit powered by MyPagerank.Net
Counter Powered by  RedCounter

  ©Template by Dicas Blogger.

TOPO